Pagi ini tak lagi secerah seperti biasanya. Gelap sayu-sayu cerah dari atas langit terlihat. Awan nampak ingin menikmati sendiri sinar pagi buta, tak ingin membaginya denganku ataupun dengan yang lain. Membuat para penikmat sinar pagi menunggu hal yang dinantikan namun sirna saat yang dilihatnya adalah awan. Aku melihatnya seakan cemburu kepada awan yang bisa menikmati sendiri indahnya sinar pagi hari ini. Mungkin awan sudah bosan dengan kebersamaan, dia ingin sendiri. Ya sendiri. Menikmati kebahagiaan sendiri, tertawa sendiri, menangis sendiri, dan sendiri. Kesendirian mungkin menjadi obat yang suatu saat diperlukan bagi awan agar hari terasa berbeda bagi penikmat sinar pagi. Tak selalu kecewa yang dirasa oleh penikmat sinar pagi ini, pasti ada yang merasa bosan dengan sinar pagi. Tapi semua itu akan bersinergi kembali. Awan ingin membagi kembali sinar pagi. Awan yang berada di atas pasti tahu keadaan para penikmat pagi yang ada di bawah. Seakan menjadi perasa yang pengertian. Bahkan ada kalanya sang awan ingin memberikan semua sinar pagi kepada penikmat sinar pagi. Tak ingin sedikitpun menikmatinya. Namun, Apakah para penikmat sinar pagi pernah berfikir siap menjadi awan?
...Pagi tak selalu pagi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar